Full of Questions
Malam ini saya hanya ingin bercerita. Ya. Bercerita tentang sesuatu yang menghantui pikiran saya. Saya ingin meluapkan unek-unek saya pada malam ini.
Tapi sebelumnya, saya ingin bertanya kepada kalian.
"Pernahkah anda berada pada suatu titik dalam hidup anda dimana merasa bingung akan masa depan yang sebentar lagi akan anda hadapi?"
Jika belum pernah terpikirkan akan hal itu, bersyukurlah karena kalian masih muda. Jika sudah dan sedang memikirkannya, selamat anda berada dalam titik yang sama dengan saya.
Tahun ini saya akan berulang tahun ke 23. Bukan sebuah umur yang terbilang muda lagi. Tapi pertama saya ingin mengucapkan rasa syukur saya yang teramat dalam kepada Tuhan YME yang telah membimbing saya untuk menyelesaikan studi saya. Bulan Maret 2018 saya akhirnya diwisuda. Ada senang, sedih dan banyak bingungnya.
Hal yang pertama adalah senang. Tentu saja siapa manusia yang tidak senang jika sampai pada hari wisuda? Sama seperti saya. Saya sangat senang pada hari wisuda karena saya telah benar-benar selesai akan tugas akademik saya sejak umur 5 tahun (taman kanak-kanak) hingga umur 21 (kuliah). Alasan kedua saya mengapa saya senang adalah saya dapat berkumpul bersama keluarga kecil saya pada hari wisuda. Karena untuk bertemu ayah, ibu dan adik saya itu adalah momen langka. Kami berada pada 4 provinsi yang berbeda satu sama lain. Maka dari itu saya sangat bersyukur Tuhan dapat mengumpulkan kami pada hari bahagia ini.
Saat-saat sedih yaitu saya belum juga mendapatkan pekerjaan maupun pasangan sebelum wisuda hingga saat ini. Senang rasanya jika sebelum datang hari wisuda kita sudah diterima kerja. Fenomena tersebut biasa saya temukan pada teman-teman saya, khususnya pria. Mereka sudah mendapatkan pekerjaan sebelum mereka diwisuda. Sebenarnya, itu salah satu harapan dan impian saya. Saya bukan hanya berdiam diri. Saya mengikuti jobfair disana-sini dan mengirimkan lamaran ke berbagai perusahaan. Paling jauh hanya sampai tahap wawancara. Belum pernah sampai tahap yang lebih jauh.
Satu lagi fenomena sebelum wisuda untuk para beberapa teman wanita saya adalah beberapa dari mereka telah dilamar ataupun telah menikah sebelum diwisuda. Saya bercermin pada diri saya, pacar saja tidak punya, apalagi calon ataupun suami.
What a tragedy..
Menurut saya pada titik-titik inilah saya merasakan pada masa terendah dalam hidup saya. Maksud saya, seharusnya pada umur saya yang saat ini, saya telah bekerja dan mendapatkan penghasilan sendiri. Saya ingin merasakan empuknya bangku kantor, dinginnya kubikel kerja saya yang dimana terdapat komputer dan pekerjaan yang menumpuk.
Saya rasa sampai disini unek-unek yang dapat saya sampaikan pada malam ini. Don't take it serious. Semoga dapat menghibur bagi pembaca sekalian :)

Komentar
Posting Komentar