Kemarin, Hari Ini dan Besok
Selamat datang kepada seluruh pembaca yang telah menyempatkan waktunya untuk berkunjung dan membaca blog saya. Sudah lebih dari setahun saya tidak aktif menulis diblog. Seperti yang kalian telah bayangkan, hari ini saya ingin berbagi opini dan cerita kepada kalian tentang apa yang sedang terlintas dipikiran saya.
Oh iya. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah bagi kalian yang merayakan (meskipun ini sudah H+5 lebaran). Semoga kita tetap selalu diberi kebahagiaan, kelancaran dan kesehatan untuk kedepannya.
Hari ini saya ingin bercerita dan mencurahkan opini saya pada postingan ini tentang "WAKTU". Seperti yang tanpa kita sadari, waktu berjalan maju dan sangat cepat. Tidak ada seorangpun yang bisa menampik bahwa waktu dapat berjalan mundur atau berhenti. Meskipun teknologi baru telah ditemukan oleh profesor terpintar sekalipun, waktu tetap berjalan maju sesuai poros bumi. Terkait dengan "waktu", saya ingin bercerita berkaitan dengan momen lebaran tahun ini (5 Juni 2019).
Momen lebaran kali ini sedikit banyak menjadi refleksi pada diri saya pribadi. Saya melihat diri ini belum bisa memberikan kontribusi banyak terhadap keluarga kecil saya dikampung halaman.
Umur saya yang sudah kepala dua lebih tiga tahun belum bisa memiliki penghasilan tetap dikarenakan saya masih melanjutkan pendidikan magister pada salah satu universitas di Jawa Timur. Setiap saya melihat raut muka orang tua saya, telah tampak raut muka lelah dengan rambut memutih pada kepala beliau berdua. Sebuah tamparan tersendiri terhadap diri ini ketika melihat mereka. Harapan saya hanya satu kepada Tuhan, semoga mereka tetap sehat hingga dapat melihat saya sukses dan berkeluarga. Saat ini, saya sedang disibukkan dengan tesis yang tak kunjung selesai. Judul tesisnya pun belum diACC oleh dosen pembimbing. Saya tidak menyalahkan siapapun selain diri sendiri. Namun demikian, saya memiliki tekad untuk selalu menyelesaikan apa yang telah saya mulai. Pada suatu momen, ibu saya sering bertanya kapan kiranya saya selesai studi? Bisakah untuk selesai tahun ini (2019)? Saya dengan pasrahnya menjawab "ya doakan saja, ini juga selalu diusahakan". Besar harapan orang tua saya untuk saya dapat selesai pendidikan magister secepatnya untuk dapat melamar dan mendapatkan pekerjaan. Sekali lagi, ini semua saya khususkan untuk kedua orang tua saya. Mereka sudah cukup tua untuk masih bekerja. Sudah saatnya saya yang bekerja banting tulang untuk membahagiakan beliau berdua. Saya terus memohon dan berusaha untuk dapat menyelesaikan studi dengan cepat dengan nilai baik dan mendapatkan pekerjaan yang baik pula. Amin.
Satu lagi yang terkadang sering muncul dan terlintas dipikiran saya setiap melihat raut muka orang tua saya, saya ingin membangun keluarga kecil saya sendiri *aka menikah. Mulai umur saya sekarang, tanpa saya sadari terkadang fikiran itu terlintas dalam benak saya. Ya bagaimana tidak, realita yang saya lihat teman-teman ada sebagian yang telah menikah bahkan telah memiliki buah hati. Tidak sampai disitu saja, setiap berkumpul bersama teman-teman pun yang dibicarakan sedikit banyak tentang pasangan dan lagi-lagi pernikahan. Sebenarnya saya sendiri masih kurang siap untuk berbicara mengenai hal ini, terlebih saya juga belum memiliki pasangan. Tapi, fokus utama saya saat ini cukup untuk menyelesaikan studi dan mendapatkan pekerjaan. Rencana-rencana lainnya semoga mengikuti dan dilancarkan juga oleh Yang Maha Kuasa
Saya cukupkan cerita malam saya ini sampai disini. Saya juga tambahkan foto masa kecil saya bersama adik saya satu-satunya pada postingan ini. Kami lah yang memiliki tugas dan tanggung jawab untuk membuat orang tua kami bangga dan bahagia. Kami lah yang bertanggung jawab untuk menjaga dan merawat beliau berdua dimasa yang akan datang. Semoga Tuhan selalu membantu langkah kami untuk mewujudkannya. Amin Ya Robbal Alamin.

Komentar
Posting Komentar